Create your blog and photo album with postbit
Create your blog and photo album

Create new post

Content:

Upload a picture:
Tags (keywords separated by comma)

Save Cancel
lauesen51kofoed:   Followers: 0 ; Following: 0


Macam-Macam Cara Penelitian Sampling



Tutorial Laporan Pikiran - Di tutorial sebelumnya telah dibahas mengenai rakyat dan contoh penelitian serta konsep statistik inferensial yang mendasarinya, Populasi dan spesimen adalah unit metodologi statistika yang berhubungan dengan generalisasi hasil pikiran. Cara-cara pengambilan sampel itu disebut secara teknik sampling. Dengan demikian teknik sampling adalah sistem atau patokan untuk memilih dan mengangkat unsur-unsur ataupun anggota-anggota daripada populasi untuk digunakan serupa sampel secara representatif.

Teladan sampling banyak menggunakan sintesis probabilitas sehingga berdasarkan tekniknya dikategorikan sebagai dua dikenal probability sampling dan non-probability sampling.

PROBABILITY SAMPLING

Probability sampling merupakan teknik sampling dimana setiap anggota warga memiliki sistem sama dipilih menjadi contoh. Dengan istilah lain, semua elemen tunggal atas populasi punya peluang gak nol.

Teladan ini melibatkan pengambilan arbitrer (dikocok) atas suatu warga. Ada beraneka-ragam metode probability sampling beserta turunan dan variasi masing-masing, namun paling populer sebagai berikut:
Sampling Acak Bersahaja (Simple Sewenang-wenang Sampling)

Random sampling merupakan metode paling dekat beserta definisi probability sampling. Pengambilan sampel daripada populiasi secara acak berdasar pada frekuensi peluang semua anggota populasi.

Sampling Acak Teratur (Systematic Serampangan Sampling)

Pengambilan sampel membawa aturan rakyat dalam urutan sistematika tertentu. Probabilitas pengambilan sampel gak sama tersungkap dari konsistensi frekuensi di setiap anggota masyarakat.

teknik pengambilan sampel penelitian kualitatif Sampling Stratifikasi (Stratified Sampling)

Populasi dibagi ke pada kelompok takat dan kemudian mengambil contoh dari setiap kelompok terserah kriteria yang ditetapkan. Contohnya, populasi dibagi ke pada anak-anak dan orang tua kemudian memilih masing-masing wakil atas keduanya.

Sampling Rumpun (Cluster Sampling)

Rakyat dibagi ke dalam grup kewilayahan lalu memilih utusan tiap-tiap keluarga. Misalnya, masyarakat adalah Jawa Tengah kemudian sampel diambil dari tiap-tiap kabupaten. Mampu juga batas-batas gunung, pulau dan sebagainya.

Sampling Bertahap (Multistage Sampling)
Pengambilan sampel menggunakan lebih daripada satu trik probability sampling. Misalnya, memakai metode stratified sampling saat tahap baru kemudian metode simple random sampling dalam tahap ke-2 dan berikutnya sampai memetik sampel yang diinginkan.

Kemungkinan Proporsional Tolok ukur Sampling (Probability Proportional to Size Sampling)

Probabilitas pengambilan sampel sebanding dengan tolok ukur sampling bahwa sampel dipilih secara sama dengan tolok ukur total komunitas. Ini ialah bentuk multistage sampling pada tahap baru dan lantas random sampling di tahap kedua, tapi jumlah ilustrasi sebanding dengan ukuran komunitas.

NON-PROBABILITY SAMPLING

Teknik non-probability sampling kalau setiap anggota populasi punya peluang nol. Artinya, pengambilan sampel berdasar kriteria tertentu seperti judgment, status, taraf, kesukarelaan dan lain-lain.

Ada beraneka-ragam metode non-probability sampling beserta turunan & variasinya, namun demikian paling naik daun sebagai berikut:
Sampling Sero (Quota Sampling)

Mirip stratified sampling adalah berdasarkan proporsi ciri-ciri tertentu untuk meninggalkan bias. Misalnya, jumlah spesimen laki-laki 50 orang oleh karena itu sampel cewek juga 50 orang.

Sampling Kebetulan (Accidental Sampling)

Pengambilan sampel didasarkan pada kenyataan bahwa tersebut kebetulan tampil. Misalnya, masyarakat adalah di setiap pegguna rel (kereta api), maka pengkaji mengambil sampel dari orang2 yang permisi melintas di jalan itu pada waktu tinjauan.

Sampling Purposive (Purposive or Judgemental Sampling)

Pengambilan sampel berdasarkan penyaringan khusus. Peneliti membuat kriteria tertentu siapa yang dijadikan sebagai informan. Misalnya, Dikau meneliti kriminalitas di Metropolitan Semarang, oleh sebab itu Anda menangkap informan adalah Kapolresta Semarang, seorang pelaku kriminal dan seorang makanan kriminal.

Sampling Sukarela (Voluntary Sampling)

Pengambilan sampel berdasarkan kerelaan untuk berpartisipasi pada penelitian. Metode ini paling umum dimanfaatkan dalam jajak pendapat.

Sampling Snowball (Snowball Sampling)

Pengambilan sampel berdasarkan pencarian sampel sebelumnya. Misalnya, penelitian tentang trik bahwa sumber informan mula-mula mengarah kepada informan ke-2 lalu punca ke 3 dan seterusnya.

Post by lauesen51kofoed (2017-01-04 01:36)

Post your comment:

Name: Email: Site:


| Explore users | New posts | Create your blog | Create your photo album |
| About Postbit | Our blog | Terms of use | Contact Postbit |


Copyright © 2017 - postbit.com