Create your blog and photo album with postbit
Create your blog and photo album

Create new post

Content:

Upload a picture:
Tags (keywords separated by comma)

Save Cancel
lauesen51kofoed:   Followers: 0 ; Following: 0


Panduan Analisa Prediksi di Dalam Pertandingan Sepak Bola


Ketika menonton pertentangan sepakbola di layar paras kita acap disajikan kesibukan tebak skor yang dikerjakan para empu. Walau mempesona, saya gak percaya memotong skor merupakan sesuatu yang seharusnya dikerjakan.

Kalau selevel[cak] untuk fun and games bolehlah, namun demikian tentu tidak perlu dianggap serius karena tidak ada dasar logika yang cukup untuk menebak skor akhir satu buah pertandingan.

Eksentrik dengan menetak siapa menjimbit yang akan menang -- atau jika pertandingan bakal berakhir beserta seri. Memenggal seperti itu regular saja dijalani, walau saat akhirnya sepak bola itu luncai sehingga pemenang pun terkadang kali lengah diprediksi. Apa sebab? Karena tersedia tata caranya. Ada logikanya. Ada "di atas kertasnya".

Melalui vokal ini abdi akan kirimkan beberapa trik membuat dugaan yang langsung. Bukan menandakan saya tetap benar dalam memprediksi sebuah pertandingan. Pasti lah tidak, walau dengan sekutil berbangga (sediiiikit saja) beta memiliki rekor kebenaran prediksi yang semua tinggi: hitung panjang 3 atas 4 antisipasi saya setara kenyataan.

Dua bulan pra terjadi, abdi memprediksi bakal terjadi All German pucuk di Perkongsian Champions. Di final, termasuk di depan ribuan warga Surabaya yang menyesaki sebuah daftar nonton bareng, saya meneroka Bayern Munich akan mengontrol Borussia Dortmund, dengan skor akhir 2-1, dan Arjen Robben guna penentu penguasaan. Sebelum tersebut saya pun meyakini kalau Atletico Madrid akan memenangkan Copa Del Rey. Buncit, saya mengira Belanda bakal mengalahkan Indonesia dengan skor 3-0.

taruhan bola online Yang ingin saya tekankan disini adalah; prediksi bisa sah bisa khilaf, tapi yang penting sebuah prediksi mutlak harus punya dasar pikiran atau analisa yang make sense. Tanpa analisa yang benar, sebuah prediksi hanyalah sebuah roll of the dice, satu buah keberuntungan semata.

Dengan analisa yang betul maka sisi keberuntungan makin kecil. Siapa pemenangnya tetap sekadar tidak mampu diprediksi secara 100%, apalagi prediksi menyerempet skor konklusi. Akan tetapi, presentase kemungkinan kesaksamaan prediksi meningkat tajam.

Aku ajak Anda untuk menelaah beberapa prediksi terakhir saya guna menerangkan beberapa prinsip penting yang saya serius akan bermanfaat bagi Engkau saat mengetes memprediksi pertandingan.

Di antara perkiraan yang aku sebut pada atas, kejituan soal Atletico saya akui beruntung [karena depakan Real Madrid berkali-kali mengenai mistar tiang Atletico]. Walaupun demikian siap logika dalam belakang perkiraan tersebut: Atletico juara meski pun Real Madrid jauh lebih berkualitas. Syarat masa memberitakan ketidakrukunan tokoh Madrid secara pelatihnya, Jose Mourinho, dan bahkan ketidakrukunan di antara tokoh sendiri.

Mulai media asing saya merekam kabar kalau Ronaldo serta Mourinho pun tidak sepaham (berita mengenai hal berikut baru merembes di Indonesia beberapa ruang lalu). Sebagai pelatih abdi paham benar arti kesentosaan tim dalam dan pada luar tanah lapang dan dampaknya bagi performa tim. Sesuatu ini disematkan faktor Falcao yang pada itu on fire, yang membuat saya berani memilih Atletico sebagai pemimpin.

Tips perkiraan 1: Pertimbangkan suasana di tim, bahkan saat 1 buah turnamen berlaku di mana pemain harus terus simpatik tanpa siap menghindari rekan-rekannya.

Tip antisipasi 2: Pertimbangkan kemonceran striker. Saat turnamen berlangsung atau saat pertandingan cup, kemonceran striker begitu menentukan. Saat pertandingan perkongsian kualitas jangka panjang striker menentukan (bukan kemonceran sesaat), beserta seluruh elemen menyunggi lainnya. Tatkala laga cup/turnamen kemonceran striker lebih mengukuhkanmenjadikan, walau kekuatan keseluruhan menyunggi juga harus dipertimbangkan.

Saat memprediksi kelebihan Belanda 3-0 atas Nusantara saya menjaga hati nurani. Secara subjektif abdi membela Indonesia tentunya. Akan tetapi, saat menggunakan kacamata bertato objektivitas, kita semua pasti setuju kalau Belanda senggang di buat Indonesia. Dulu mengapa gak memprediksi skor akhir yang lebih mencolok? Pertimbangannya, Belanda tidak akan teralu bersemangat sedangkan Indonesia akan bermain padat gairah, maka itu akan siap mereduksi pertikaian kualitas. Menjadi, skor sedikit atau gede bisa sekadar diprediksi beserta sound logic -- akan tetapi kebenaran skor akhir yang spesifik, yaitu 3-0, merupakan keberuntungan semata.

Tips antisipasi 3: Hindari membela 1 buah tim ketika membuat perkiraan. Kita larat selalu berhajat tim tambatan hati kita menang, tapi tatkala membuat dugaan tentu logika harus diutamakan di buat fanatisme menawan hati.

Saya tersenyum saat mengatakan di satu media masa tentang persamaan-persamaan final Permufakatan Champions tahun ini beserta tahun 1997 saat Dortmund menjadi sarjana terakhir bengawan. Banyak pembaca saya yakin terpancing untuk memprediksi penguasaan Dortmund berlandaskan fakta-fakta ini. Mereka khlaf bahwa fakta-fakta tersebut merampok dan benar2 benar memilikinya, namun tidak memiliki kolerasi apapun dengan pertandingan kesimpulan Liga Champions kali ini. Menghubung-hubungkan sebuah keaslian dengan bukti yang lain adalah salah satu contoh dari sekian banyak ulah fallacy of logic.

Tips prediksi 4: Jangan terpancing para wartawan yang seringkali mengungkapkan hal-hal yang sifatnya sebatas entertainment (menarik), namun dijual seakan akan gesit menjadi mintakat membuat satu prediksi sayembara.

Dalam tulisan yang sama statistik pertandingan antara Dortmund vs Bayern pun dimunculkan terlintas bertahun-tahun kincit. Karena silsilah statistik Dortmund memang semarak saat melawan Bayern, besar yang kemudian menilai BVB akan bisa mengalahkan Bayern di pucuk Eropa. Sesuatu ini menyimpangan. Mengapa? Karena statistik masa "Hindia Belanda" tidak ada hubungannya dengan mutakhir. Statistik asal musim pun tidak sanggup dengan sama sekali menjadi tonggak. Perkembangan ke-2 tim mulai pertemuan final perlu dipertimbangkan.

Tips bayangan 5: Manfaatkan statistik terkini. Artinya, fokuskan perhatian Kamu pada statistik pertandingan sempang kedua tim yang paling dekat secara saat ini. Selain itu pertimbangkan pula skor pertandingan (menang/seri/kalah) dan performa permainan (impresif/beruntung/naik-turun/dll. ) kedua tim berdasar pada keseluruhan (melawan siapa saja), untuk masa akhir-akhir ini sekadar.

Karena perkiraan saya acap saya tampilkan di twitter (@coachtimo), banyak pihak mohon saya memprediksi berbagai pertentangan lainnya. Rutin saya abaikan atau beta tolak secara alasan redup paham hal kekuatan kedua tim. Dalil saya itu senafas beserta tips perkiraan berikut.

Tips prediksi 6: Jangan bertahu-tahu. Hindari mencoba-coba membuat bayangan tanpa dilatar belakangi data dan wawasan yang bagus mengenai kru atau liga tersebut. Jika bukan pakarnya English Premiere League, contohnya, hindari membuat prediksi mengenai MU vs Chelsea. Aku mustahil sebagai pakar tentang semua liga yang tersedia. Akui aja.

Tips dugaan 7: Kita juga gak seharusnya menenung setiap pertentangan. Ada waktunya pertandingan super sulit diprediksi. Analisa Anda deadlock. Prosentase kemenangan bagi kedua menjimbit menurut Kamu 50-50. Jika sudah begitu tahan diri, hindari mendesak diri menghasilkan prediksi. Dengan demikian prosentase kejituan bayangan anda mau meningkat.

Sedang banyak proporsi lainnya yang bisa & patut dikenakan dalam membuat sebuah perkiraan yang berkelas. Karena keterbatasan tempat beta berhenti sampai di sini dulu.

Ingat: sebuah prediksi yang berkelas tidak melulu ditentukan oleh realitas prediksi tersebut. Sebuah prediksi yang terhormat, baik sah maupun salah, seharusnya dinilai dari reason atau poin analisa yang ada dalam belakangnya.

Post by lauesen51kofoed (2017-03-21 13:10)

Post your comment:

Name: Email: Site:


| Explore users | New posts | Create your blog | Create your photo album |
| About Postbit | Our blog | Terms of use | Contact Postbit |


Copyright © 2017 - postbit.com